NUNUKAN – Pintu masuk sebelah barat Pasar Jamaker, Kabupaten Nunukan, yang sebelumnya sempat ditutup kini resmi kembali dibuka setelah melalui kesepakatan bersama antara para pedagang dan pemerintah daerah.
Koordinator Pasar Jamaker, Parman, menjelaskan bahwa penutupan pintu tersebut sebelumnya dilakukan karena banyak pedagang yang berjualan di area pintu masuk dan bahu jalan pasar. Kondisi itu dinilai merugikan pedagang yang berjualan di dalam pasar karena pembeli lebih memilih berbelanja di luar.
“Para pedagang kemudian berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Nunukan, Kelurahan Nunukan Barat, DPRD Nunukan, dan DKUKMPP. Hasil kesepakatan saat itu adalah pintu masuk sebelah barat ditutup, sementara pedagang yang berjualan di luar diarahkan untuk berjualan di dalam pasar,” ujar Parman.
Namun, beberapa waktu kemudian para pedagang kembali membuka pintu tersebut dengan tujuan mempermudah aktivitas, seperti membuang sampah serta mengangkut barang dagangan masuk ke dalam pasar.
Pembukaan pintu secara sepihak itu kemudian mendapat sorotan dari anggota DPRD Nunukan yang mempertanyakan alasan dibukanya kembali akses tersebut tanpa melalui kesepakatan bersama. Kondisi itu sempat memicu perdebatan dan keributan di kalangan pedagang Pasar Jamaker.
Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan menggelar pertemuan dengan seluruh pihak terkait. Dari hasil pertemuan itu disepakati bahwa pintu masuk sebelah barat dibuka kembali secara resmi oleh dinas.
“Hingga saat ini pintu tersebut telah digunakan kembali dan tidak ada lagi persoalan ataupun aksi protes dari pedagang. Dengan catatan, tidak boleh ada pedagang yang berjualan di depan pintu masuk. Semua pedagang sepakat dengan dibukanya kembali pintu pasar sebelah barat ini,” ungkap Parman.
Parman berharap DKUKMPP ke depan dapat terus melakukan pengawasan serta penataan lapak pedagang di dalam pasar. Menurutnya, penempatan pedagang perlu diatur berdasarkan jenis dagangan, seperti memisahkan komoditas basah dan kering, agar kebersihan, kenyamanan, dan ketertiban Pasar Jamaker tetap terjaga.
Editor: Riko Aditya












