NUNUKAN – Anggota DPRD Nunukan dari daerah pemilihan Krayan, Rian Antony, mengapresiasi pembangunan Jembatan Rurum Doo di Long Umung, Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (3/11/2026).
Jembatan ini dibangun Pemkab Nunukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk membuka kembali akses bagi 17 desa di Long Umung.
Pembangunan dilaksanakan lewat Program Rekonstruksi Jalan Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp645 juta dan waktu pelaksanaan 100 hari kalender.
Rian Antony menilai langkah ini menunjukkan kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap masyarakat perbatasan. Pasalnya, jembatan tersebut sebenarnya merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
“Jembatan Rurum Doo merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, yang kemudian diintervensi oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan. Ini menunjukkan kepedulian pemerintah kabupaten,” ujar Rian Antony.
Apresiasi juga datang dari Camat Krayan Timur, Marjuni. Ia menyebut jembatan ini sangat vital bagi mobilitas warga, termasuk jalur utama anak-anak yang bersekolah di SDN dan SMPN Long Umung, serta SMAN dan SMKN Krayan.
“Terbangunnya jembatan ini memastikan keselamatan dan kelancaran anak-anak kami dalam menempuh pendidikan,” kata Marjuni.
Jembatan ambruk atau hanyut diterjang banjir memang menjadi masalah menahun di dataran tinggi Krayan, karena sebagian besar dibangun swadaya dengan konstruksi seadanya.
Putusnya Jembatan Rurum Doo sebelumnya membuat akses antardesa terputus, menghambat distribusi BBM untuk PLTD dan APMS, serta mendorong kenaikan biaya angkut dan harga sembako.
Dengan pembangunan ini, masyarakat berharap keterisolasian di Krayan Timur dapat teratasi. (adv)
Editor: Riko Aditya.








