Pemilik Sedang Pulang Kampung, Toko Sembako di Nunukan Ludes Terbakar

Kaltara, Nunukan119 Dilihat

NUNUKAN — Sebuah toko sembako milik warga berinisial Ian di Jalan RA Kartini RT 07, Kelurahan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, ludes dilalap api pada Jumat (19/6/2026) malam. Bangunan semi permanen berukuran sekitar 8 x 15 meter persegi itu hangus terbakar, dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi awal kebakaran diterima pihak pemadam kebakaran dari tetangga korban, Agus Nuryanto, sekitar pukul 21.05 WITA. Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mengatakan petugas beserta armada pemadam yang siaga di markas utama langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

“Petugas damkar dan mobil pemadam kebakaran yang siaga di mako utama langsung bergegas menuju lokasi peristiwa,” kata Wahyudi.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati api telah membesar dan memenuhi seluruh bangunan toko. Personel pemadam segera mengambil tindakan pemadaman, dengan petugas pemegang nozel bergerak maju menembus kepulan asap tebal dan panasnya kobaran api.

“Kurang dari setengah jam, nyala api berhasil dipadamkan dan dikendalikan,” ujar Wahyudi.

Setelah api berhasil dijinakkan, petugas melanjutkan proses pendinginan guna menurunkan suhu material yang terbakar hingga berada di bawah titik nyala. Proses tersebut berlangsung lebih dari satu jam untuk memastikan kondisi benar-benar aman. Dalam operasi pemadaman ini, tujuh unit armada mobil pemadam kebakaran dikerahkan.

Saat kejadian berlangsung, pemilik toko Ian tidak berada di tempat karena tengah pulang kampung. Salah seorang penjaga toko, La Amba (56), yang saat itu sedang berada di meja kasir, menyebut api tiba-tiba muncul dari atap bagian belakang kios dan langsung membesar.

“Api muncul dari atap kios bagian belakang dan langsung membesar. Karena di dalam banyak bahan mudah terbakar, empat penjaga toko hanya bisa menyelamatkan diri,” tuturnya.

Diketahui, di bagian belakang toko terdapat dapur dan tempat tidur yang ikut terbakar. Penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan.

“Sementara kerugian harta benda diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, karena yang terbakar merupakan toko sembako sekaligus agen,” jelas Wahyudi.

Catatan Dinas Pemadam Kebakaran menyebutkan bahwa di lokasi yang sama pernah terjadi kebakaran serupa pada 12 Desember 2023, meskipun dengan kepemilikan toko yang berbeda.

Editor: Riko Aditya