NUNUKAN – Anggota DPRD Nunukan dari Fraksi Nasdem, Muh. Mansur, meminta Pemerintah Kabupaten Nunukan segera membenahi sarana dan prasarana kesehatan di Puskesmas Kota Nunukan. Permintaan ini disampaikan Sekretaris Komisi I tersebut setelah melakukan peninjauan langsung ke fasilitas layanan kesehatan yang belakangan kerap dikeluhkan warga.
Dari hasil peninjauannya, dua persoalan utama yang paling mendesak untuk dibenahi adalah kondisi kendaraan ambulans yang sudah tidak layak operasional, serta ruang bersalin yang dinilai terlalu sempit untuk menangani ibu melahirkan.
“Ada dua hal yang menurut saya harus segera jadi perhatian pemerintah daerah, yaitu ambulans dan ruang bersalin. Keduanya menyangkut keselamatan pasien secara langsung,” kata Mansur kepada wartawan Senin (13/07/2026).
Mansur mengungkapkan, ambulans Puskesmas Nunukan kerap mengalami gangguan mesin sehingga tidak bisa dioperasikan saat dibutuhkan untuk mengantar pasien rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan. Padahal, kendaraan ini menjadi sarana vital untuk mobilisasi pasien, baik dari rumah menuju puskesmas maupun dari puskesmas menuju RSUD dalam kondisi darurat.
“Saya lihat sendiri kondisi ambulansnya. Kadang mobil itu rusak dan tidak bisa dipakai saat ada pasien yang harus dirujuk,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, tidak sedikit pasien gawat darurat yang mengalami keterlambatan rujukan ke RSUD Nunukan. Dalam beberapa kasus, pihak puskesmas bahkan terpaksa meminjam ambulans milik yayasan, partai politik, atau organisasi masyarakat demi memastikan pasien tetap bisa diantar tepat waktu.
Menurut Mansur, kondisi ini turut membebani petugas kesehatan secara psikologis. “Bayangkan posisi petugas kesehatan ketika ada pasien butuh penanganan cepat, tapi ambulans justru mogok. Mereka yang kena getahnya, dianggap tidak sigap padahal kendaraannya yang bermasalah,” katanya.
Ia menilai opsi pinjam ambulans dari pihak luar bukan solusi jangka panjang yang aman, sebab sopir cadangan tidak selalu siap sedia saat dibutuhkan.
Dengan jumlah penduduk Kota Nunukan yang telah mencapai sekitar 80 ribu jiwa, Mansur menilai keberadaan ambulans yang layak menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar pelengkap. Ia mendorong pemerintah daerah memasukkan pengadaan ambulans baru ke dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.
“Idealnya pengadaan ambulans baru ini bisa masuk di APBD Perubahan tahun ini, mengingat kebutuhannya sudah mendesak,” tuturnya.
Ruang Bersalin Juga Perlu Diperluas
Selain ambulans, Mansur turut menyoroti kondisi ruang bersalin di Puskesmas Nunukan yang dinilai belum memenuhi standar pelayanan. Ruangan tersebut, menurutnya, terlalu sempit untuk menunjang penanganan optimal terhadap ibu yang hendak melahirkan.
“Ruang bersalinnya sempit, belum sesuai standar. Ini perlu diperluas, sekaligus dilengkapi peralatan medis yang memadai,” bebernya.
Ia menegaskan, perbaikan layanan kesehatan seharusnya menjadi prioritas dibanding pembangunan fisik yang sifatnya tidak langsung menyentuh keselamatan warga. Menurutnya, infrastruktur yang baik tidak banyak berarti jika fasilitas kesehatan dasar masih berada di bawah standar minimal pelayanan.
“Keselamatan masyarakat itu jauh lebih penting dari sekadar pembangunan fisik. Jangan sampai ada pasien yang terlambat ditangani hanya karena ambulansnya rusak,” pungkasnya.
Editor: Riko Aditya












