BPBD Nunukan Tetapkan Siaga 1, Banjir Kiriman Malaysia Rendam Lumbis dan Sekitarnya

Kaltara, Nunukan102 Dilihat

NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan menetapkan status Siaga 1 banjir menyusul meningkatnya debit air Sungai Sembakung akibat hujan deras dan kiriman air dari wilayah hulu di Malaysia.

Ketinggian muka air tercatat naik signifikan dan berpotensi terus bertambah dalam beberapa jam ke depan.

Kasubid Penyelamatan pada BPBD Nunukan, Hasanudin, mengatakan kenaikan debit air mulai terpantau dalam dua hari terakhir dan mencapai puncaknya pada siang hari ini.

“Ketinggian air tadi pagi sekitar pukul 08.30 Wita sudah naik 45 sentimeter. Bahkan dari tiang ukur, air sudah mencapai 10 meter atau naik sekitar 3 meter dari posisi normal 7 meter,” ujarnya ketika diwawancarai, Rabu (25/2/2026).

Menurut Hasan, banjir kali ini dipengaruhi curah hujan lokal serta kiriman dari hulu sungai di Malaysia.

“Ya, pada umumnya ini banjir kiriman karena hulunya dari Malaysia, ditambah hujan di wilayah kita. Dengan kondisi ini, ada kemungkinan ketinggian air bisa lebih besar dibandingkan Januari lalu,” jelasnya.

Sejumlah wilayah terdampak di antaranya Kecamatan Lumbis dan Lumbis Hulu. Di wilayah Lumbis, arus sungai terpantau deras dan mulai merendam pasar serta sejumlah fasilitas umum.

“Airnya cepat lewat, tetapi dampaknya cukup besar karena arusnya kencang. Pasar di Lumbis sudah mulai tergenang,” katanya.

Selain permukiman warga, BPBD juga mencatat adanya gangguan infrastruktur, termasuk fasilitas kelistrikan yang terdampak. Tim BPBD telah disiagakan di sejumlah titik rawan untuk melakukan pemantauan dan kaji cepat guna menentukan langkah penanganan lanjutan. Hasan menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan resmi warga yang mengungsi.

“Tadi malam sempat ada yang mengungsi sementara, tetapi sudah kembali ke rumah. Untuk pengungsian resmi belum ada laporan,” ujarnya.

Meski demikian, BPBD telah menyiapkan tenda dan bantuan logistik untuk antisipasi jika kondisi memburuk.

“Anggota kami di lapangan terus memantau. Sembako sudah kami siapkan untuk didistribusikan ke kecamatan terdampak. Kalau kondisi sore ini meningkat, kemungkinan pergerakan personel dan bantuan akan kami intensifkan,” tambahnya.

Di wilayah Krayan, banjir juga terjadi namun lebih berdampak pada akses jalan. Aktivitas sekolah dan mobilitas warga sempat terganggu akibat genangan yang menutup jalur penghubung antarkecamatan.

“Untuk permukiman di Krayan relatif masih aman, tetapi akses jalan yang terdampak,” jelas Hasanudin.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran Sungai Sembakung, agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta mengamankan barang berharga dan dokumen penting ke tempat lebih tinggi, serta mematikan aliran listrik jika air mulai memasuki rumah.

“Kami minta masyarakat tetap tenang tetapi siaga. Pantau terus perkembangan air, terutama bagi yang memiliki lansia dan anak-anak. Jika membutuhkan bantuan evakuasi, segera hubungi petugas,” tegas Hasanudin.

Penulis: Riko Aditya