Banjir Sungai Sembakung Akhirnya Surut

NUNUKAN – Banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di sepanjang aliran Sungai Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kini berangsur surut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan melaporkan, ketinggian air sungai telah turun di bawah batas normal sehingga tidak ada lagi permukiman warga yang terendam.

Kasubbid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanudin, mengatakan berdasarkan pemantauan pada Rabu (4/3/2026) pukul 16.00 Wita, tinggi muka air Sungai Sembakung di Desa Atap telah berada di bawah tiga meter, atau lebih rendah dari batas normal sungai tersebut.

“Pantauan kami sore kemarin, ketinggian air Sungai Sembakung di Desa Atap sudah jauh di bawah batas normal, yakni kurang dari tiga meter. Kondisi ini menandakan banjir yang sebelumnya terjadi sudah berangsur surut,” kata Hasanudin merilis laporan resmi.

Dirinya menjelaskan, dengan turunnya debit air sungai, saat ini tidak ada lagi rumah warga yang terendam banjir. Aktivitas masyarakat pun mulai kembali berjalan normal, termasuk kegiatan pendidikan di sekolah.

“Alhamdulillah sekarang sudah tidak ada rumah yang terendam. Aktivitas warga sudah kembali normal dan kegiatan belajar mengajar juga sudah berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Meski demikian, sebagian warga masih disibukkan dengan kegiatan pembersihan rumah dari sisa lumpur dan material yang terbawa arus banjir.

“Ya, saat ini sebagian warga masih melakukan pembersihan rumah dan lingkungan karena masih ada sisa lumpur akibat banjir,” tambahnya.

Di sisi lain, posko penanganan banjir masih terus beroperasi untuk mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan dan disalurkan kepada warga di enam kecamatan.

“Posko saat ini masih melakukan pendistribusian bantuan logistik kepada warga terdampak banjir di enam kecamatan, yaitu Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Pensiangan, dan Lumbis Hulu,” jelas Hasanudin.

Adapun bantuan yang disalurkan kepada setiap kepala keluarga terdampak berupa kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, sarden, kopi, gula, dan teh.

“Bantuan yang diberikan per kepala keluarga berupa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, mi instan, sarden, kopi, gula, dan teh untuk membantu kebutuhan warga selama masa pemulihan,” katanya.

Hasanudin juga memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi desa yang masih terendam banjir. Selain itu, tim dari BPBD Provinsi Kalimantan Utara telah tiba di posko lapangan untuk membantu penanganan pascabanjir.

“Tim dari BPBD Provinsi Kaltara saat ini sudah tiba di posko lapangan di Kecamatan Lumbis dan Sembakung untuk membantu proses penanganan di lapangan,” ungkapnya.

Saat ini, BPBD bersama pihak terkait juga mulai melakukan berbagai upaya pemulihan dengan membersihkan fasilitas umum yang terdampak banjir.

“Upaya pemulihan yang kami lakukan di antaranya pembersihan fasilitas umum seperti kantor pemerintahan, sekolah, tempat ibadah, dan sarana lainnya agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal,” pungkas Hasanudin.

Penulis: Riko Aditya

News Feed