Banjir Rendam Krayan, Akses Jalan Lumpuh hingga Sekolah Diliburkan

Kaltara, Nunukan83 Dilihat

NUNUKAN – Banjir yang melanda wilayah Krayan sejak dua hari terakhir kian meluas dan merendam sejumlah fasilitas umum.

Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter atau setengah badan mobil, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar.

Personel BPBD Krayan, Mardoni Balang, menjelaskan banjir mulai terjadi sejak kemarin dan hingga hari ini air justru semakin meluap.

“Dari kemarin sampai hari ini situasi banjir semakin meluap,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, ketinggian air di beberapa titik sudah mencapai sekitar satu meter. Kondisi tersebut menyebabkan akses jalan utama tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Akibatnya, sejumlah sekolah di Krayan terpaksa meliburkan kegiatan belajar.

“Ya, untuk akses ke fasilitas umum seperti sekolah diliburkan karena tidak bisa menyeberang, jalannya terendam,” jelas Mardoni.

Beberapa sekolah yang terdampak di antaranya SMA Negeri 1 Krayan dan SMP Negeri 2 Krayan Barat. Ia menyebut, khususnya di wilayah Krayan Barat, akses menuju sekolah dan kantor camat juga terendam air.

“Jalan menuju SMP 2 dan kantor camat di Krayan Barat tidak bisa dilewati. Ketinggian air sekitar satu meter,” katanya.

Banjir ini disebabkan oleh meluapnya dua sungai besar di wilayah tersebut, yakni Sungai Palut dan Sungai Bawuan.  “Ini dari luapan Sungai Palut dan Sungai Bawuan,” ungkap Mardoni.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan signifikan akibat banjir. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan banjir tahun lalu yang disebutnya lebih besar.

“Kalau kerusakan, sementara ini belum ada laporan. Tahun lalu justru lebih besar banjirnya,” ujarnya.

BPBD setempat juga mengingatkan potensi kenaikan debit air apabila hujan kembali turun. Berdasarkan pantauan, hujan mengguyur wilayah Krayan sepanjang malam sebelumnya dan cuaca masih berpotensi hujan pada malam hari.

“Kalau melihat situasi sekarang, kemungkinan hujan lagi malam ini. Sepanjang malam tadi memang hujan,” katanya.

Sementara itu, operasional bandara di Krayan dipastikan dalam kondisi aman dan tidak terdampak banjir.  Terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM), ia mengakui akses darat mengalami kendala. Namun suplai tetap dapat dilakukan melalui jalur alternatif menggunakan perahu kayu.

“Untuk BBM, ada jalur alternatif. Kami menggunakan perahu kayu untuk distribusi,” jelasnya.

Penulis: Riko Aditya