Bakar Sampah Tak Terkendali, Lahan Seluas 30 x 45 Meter di Sebatik Terbakar

Nunukan125 Dilihat

NUNUKAN – Kebakaran lahan terjadi di Jalan Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, pada Jumat (6/3/2026) malam.

Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah oleh warga yang tidak diawasi hingga api merembet dan membakar lahan di sekitarnya.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 18.42 Wita. Api dengan cepat membesar dan melahap lahan kosong yang dipenuhi rumput serta semak kering. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 30 x 45 meter persegi.

Mendapat laporan dari masyarakat, petugas pemadam kebakaran segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api, masing-masing berasal dari Pos Damkar Sebatik Timur dan Pos Damkar Sebatik.

Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mengatakan petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman serta melokalisir api agar tidak merambat lebih luas.

“Petugas gabungan dari Damkar Sebatik dan Sebatik Timur langsung melakukan pemadaman begitu tiba di lokasi, sekaligus membuat pembatas agar api tidak menyebar ke area lainnya,” ujar Wahyudi dalam laporan resminya.

Menurutnya, proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga api akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sebagian lahan di lokasi sempat hangus terbakar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran diduga berawal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan warga di sekitar lokasi. Api yang semula kecil diduga tidak diawasi hingga akhirnya membesar dan merembet ke lahan kosong di sekitarnya.

Wahyudi mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan melakukan pembakaran, terutama saat kondisi cuaca panas yang dapat memicu kebakaran lahan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Jika api tidak diawasi dengan baik, sangat berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih besar,” tegasnya.

Editor: Riko Aditya