NUNUKAN – Kegiatan reses yang dilaksanakan anggota DPRD Kalimantan Utara ini tak hanya menjadi forum penyerapan aspirasi warga, tetapi juga diisi pembahasan penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengolahan rumput laut dan perlindungan tenaga kerja.
Agenda yang berlangsung di Sekretariat Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Nunukan pada Minggu (22/2/2026) itu memadukan dialog pembangunan daerah dengan sosialisasi program jaminan sosial bersama BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam pertemuan titik kelima masa persidangan II Tahun 2026 tersebut, petani rumput laut menyampaikan keluhan terkait turunnya harga jual yang berdampak langsung pada pendapatan mereka. Aspirasi itu menjadi perhatian utama karena sektor rumput laut merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir perbatasan.
Menanggapi hal tersebut, H. Ladullah mendorong adanya langkah hilirisasi agar komoditas tidak lagi dijual mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah melalui kawasan industri.
“Industri rumput laut itu kemungkinan kita akan tarik ke kawasan KIPI,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan industri diharapkan mampu membuka rantai distribusi baru bagi hasil budidaya masyarakat.
“Kalau sudah ada pengolahan di daerah sendiri, nilai jualnya bisa meningkat dan petani tidak lagi bergantung pada harga bahan mentah,” katanya.
Menurutnya, skema tersebut akan memperkuat posisi daerah sebagai pemasok sekaligus pengolah, sehingga manfaat ekonominya lebih banyak dirasakan masyarakat lokal.
“Kita ingin ada perputaran ekonomi di daerah, bukan hanya kirim bahan baku keluar,” tegasnya.
Selain isu ekonomi, reses juga dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kerja, terutama bagi nelayan, petani, dan pekerja sektor informal.
Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa pekerja mandiri pun dapat memperoleh perlindungan sosial dengan iuran yang relatif terjangkau.
“Program ini bukan hanya untuk pekerja perusahaan, tetapi juga terbuka bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil agar mereka memiliki jaminan saat terjadi risiko kerja,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana Ramadan dengan rangkaian tilawah Al-Qur’an, tausyiah singkat, dan buka puasa bersama warga.
Penulis: Riko Aditya






