NUNUKAN – Aktivitas pembuatan batu bata merah di kawasan Jalan Simpang Kadir, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan Selatan, terhenti mendadak setelah bangunan tempat produksi dilalap api, Rabu (4/3/2026) sekitar tengah hari.
Kebakaran diduga bermula dari bagian atap bangunan yang sudah rapuh. Struktur yang tidak lagi kokoh itu dilaporkan ambruk dan jatuh tepat di area tungku pembakaran yang saat itu masih menyala.
Percikan dan panas dari tungku kemudian menyambar material atap yang mudah terbakar, memicu kobaran api membesar dalam waktu singkat.
Komandan Pleton Damkar Sektor Selatan, Nasuruddin, menjelaskan, informasi awal diterima petugas pemadam sekitar pukul 12.34 Wita. Seorang pekerja bernama Feri datang langsung ke pos pemadam untuk melaporkan kejadian tersebut.
Mendapat laporan itu, regu dari sektor selatan segera meluncur dengan dua unit armada untuk melakukan penanganan. Sesampainya di TKP, petugas langsung fokus melakukan pemadaman sekaligus pendinginan agar api tidak kembali muncul dari sisa bara pembakaran batu bata.
“Selain memadamkan, kami juga melakukan pendinginan menyeluruh karena sumber panas berasal dari tungku yang masih aktif,” ujarnya dalam laporan resminya, Rabu (4/3/2026)
“Tidak jauh dari bangunan yang terbakar, ada menara pemancar, jadi langkah pengamanan kita lakukan untuk mencegah api merembet dan menimbulkan risiko yang lebih luas,” tambah Nasurudin.
Bangunan produksi berukuran kurang lebih 10 x 20 meter persegi itu dilaporkan mengalami kerusakan berat. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Editor: Riko Aditya






