Pilot Tewas, Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan

Kaltara, Nunukan24 Dilihat

NUNUKAN – Sebuah pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan jatuh di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 12.33 Wita.

Dalam peristiwa tersebut, pilot pesawat dinyatakan meninggal dunia. Itu diungkapkan Camat Krayan Induk, Rony Firdaus. Dirinya mengungkapkan bahwa pesawat yang jatuh merupakan pesawat distribusi BBM untuk wilayah pedalaman.

“Pesawat itu membawa pasokan BBM untuk kebutuhan masyarakat. Informasi yang kami terima, pilotnya meninggal dunia,” ujarnya.

Pesawat milik Pelita Air tersebut sebelumnya telah menurunkan muatan BBM dan sedang dalam perjalanan kembali menuju Tarakan saat kecelakaan terjadi.

Usai menerima laporan jatuhnya pesawat, camat bersama warga langsung bergerak menuju titik asap yang terlihat dari kejauhan. Akses menuju lokasi hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 40 menit melintasi medan perbukitan.

“Pertama kami menemukan pecahan sayap, lalu beberapa meter kemudian puing lainnya. Posisi pilot masih berada di dalam pesawat,” jelas Rony.

Saat ditemukan, badan pesawat sudah dalam kondisi terbakar. Warga bersama personel TNI–Polri kemudian melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Jenazah pilot selanjutnya dibawa ke rumah sakit setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Rony menambahkan proses evakuasi berjalan lancar berkat keterlibatan masyarakat yang ikut membantu di lapangan. “Tidak ada hambatan berarti. Warga langsung ikut bergerak membantu sampai korban berhasil dievakuasi,” katanya.

Pihak berwenang masih menunggu hasil penyelidikan resmi untuk memastikan penyebab kecelakaan, sementara distribusi BBM ke wilayah pedalaman tetap menjadi perhatian karena selama ini sangat bergantung pada transportasi udara.

Penulis: Riko Aditya