Pemkab Nunukan Upayakan Pengiriman Alsintan ke Krayan Lewati Medan Ekstrem Perbatasan

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tengah mengupayakan pengiriman bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke wilayah pedalaman Krayan yang berada di kawasan perbatasan RI–Malaysia. Bantuan tersebut merupakan dukungan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat setempat.

Alsintan yang disalurkan meliputi 28 unit traktor roda empat, 14 unit traktor roda dua, serta 10 unit rice planter. Tantangan utama pengiriman adalah kondisi geografis Krayan yang hingga kini masih bergantung pada jalur udara dari Nunukan, sementara jalur darat hanya dapat dilalui dengan waktu lama, biaya tinggi, dan risiko alam yang besar.

Bupati Nunukan Irwan Sabri menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen memastikan bantuan tersebut sampai ke tangan petani Krayan. Menurutnya, keterbatasan akses tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan masyarakat perbatasan.

“Pengiriman ini memang tidak mudah, tetapi sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk hadir dan memberi perhatian bagi warga di wilayah terluar,” ujar Irwan, Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan, perhatian terhadap wilayah perbatasan merupakan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 yang menempatkan kawasan perbatasan sebagai beranda depan negara, baik dari sisi keamanan maupun kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nunukan, Masniadi, menyampaikan bahwa proses pengiriman alsintan sudah dimulai sejak sepekan terakhir. Pengangkutan dilakukan secara bertahap melalui jalur sungai menggunakan kapal LCT dari Sei Ular, Kecamatan Seimanggaris, kemudian dilanjutkan dengan jalur darat menuju Kabupaten Malinau.

Dari Malinau, tantangan justru semakin berat. Medan berlumpur dan kondisi jalan yang rusak, terutama saat musim hujan, kerap membuat kendaraan terjebak dan harus ditarik menggunakan alat berat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan yang memiliki alat berat di sepanjang jalur pengiriman.

Selain jalur darat, sebagian alsintan direncanakan dikirim melalui jalur udara. Traktor roda dua dan rice planter akan diangkut menggunakan pesawat, namun keterbatasan armada penerbangan perintis menjadi kendala. Saat ini, Pemkab Nunukan masih berupaya menjalin komunikasi dengan TNI Angkatan Udara untuk mendukung pengangkutan tersebut.

Masniadi menambahkan, pengawalan pengiriman dilakukan langsung oleh tim DPKP Nunukan yang telah dipersiapkan secara fisik dan mental. Untuk efisiensi anggaran, operator dan tenaga pendamping berasal dari internal dinas. Bahkan, tim harus siap berkemah dan bermalam di hutan selama perjalanan.

Pemkab Nunukan menargetkan seluruh alsintan dapat tiba di Krayan dalam waktu sembilan hingga dua belas hari. Namun, faktor cuaca dan kondisi alam yang tidak menentu berpotensi memperpanjang waktu tempuh hingga dua kali lipat.

“Kami berharap seluruh alsintan ini dapat tiba dengan aman dan benar-benar memberi manfaat bagi peningkatan pertanian masyarakat Krayan. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan negara di wilayah perbatasan,” tutup Masniadi.

Penulis: Riko Aditya