NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menerima kunjungan silaturahmi Konsul Republik Indonesia (KRI) Tawau, Malaysia, untuk memperkuat koordinasi strategis di wilayah perbatasan. Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Nunukan, Rabu (07/10/2026).
Sekda Nunukan menyambut hangat kunjungan tersebut. Pertemuan membahas sejumlah isu krusial, mulai dari pendidikan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI), konektivitas, hingga perekonomian antarwilayah.
Dalam pertemuan itu, Konsul KRI Tawau menyoroti keberlanjutan pendidikan anak-anak PMI di Malaysia yang akan melanjutkan ke jenjang sekolah menengah di Nunukan.
Fasilitas pendidikan beasiswa yang tersedia saat ini baru mampu menampung sekitar 500 hingga 600 siswa, sementara sekitar 900 anak PMI masih membutuhkan fasilitasi pendidikan.
“Kita berharap ada skema kerja sama dan penguatan kapasitas sekolah-sekolah menengah di Nunukan, seperti di SMK 1 Nunukan, Mutiara Bangsa Sebatik, hingga Pesantren Hidayatullah. Anak-anak PMI yang melanjutkan sekolah di tanah air tidak hanya mengenyam pendidikan, tetapi keberadaan mereka juga turut menghidupkan perekonomian lokal Nunukan dari sektor tempat tinggal dan kebutuhan harian,” ujar Konsul KRI Tawau.
Selain pendidikan, pembahasan juga menyoroti potensi ekonomi perbatasan dan tingginya kebutuhan tenaga kerja di Sabah, Malaysia, yang sebagian besar dipasok oleh PMI. Kedua pihak membahas pentingnya mendorong regulasi khusus perbatasan atau skema kawasan ekonomi yang lebih berpihak pada kesejahteraan masyarakat dan legalitas perdagangan.
Langkah ini diharapkan dapat menekan potensi penyelundupan sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi Nunukan sebagai gerbang batas negara.
Isu pelayanan perhubungan laut turut menjadi perhatian. KRI Tawau memaparkan tindak lanjut atas aspirasi pengusaha feri rute Nunukan–Tawau terkait penyesuaian tarif tiket, biaya timbangan barang penumpang, dan pelayanan di Pelabuhan Tawau agar lebih adil dan efisien.
Mewakili Bupati Nunukan, Sekda menyambut baik kunjungan dan langkah kolaboratif yang diusulkan. Ia menegaskan komitmen Pemkab Nunukan untuk terus bersinergi dengan perwakilan RI di Malaysia dan pemerintah pusat guna memastikan pelayanan publik, perlindungan PMI, serta pengembangan kawasan perbatasan berjalan optimal dan terintegrasi.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk saling mengawal dan menindaklanjuti berbagai poin strategis yang telah dibahas demi kemajuan wilayah perbatasan NKRI. (adv)
Editor: Riko Aditya.






