NUNUKAN – Keresahan masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) sempat mencuat di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dalam dua hari terakhir.
Isu kelangkaan tersebut ramai diperbincangkan warga di berbagai media sosial sejak Minggu (8/3/2026).
Kondisi ini dipicu oleh tutupnya sejumlah Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di beberapa titik. Situasi tersebut membuat sebagian warga berupaya membeli BBM dalam jumlah lebih banyak sebagai persediaan, bahkan hingga memicu antrean dan pembelian di tingkat pengecer.
Di sejumlah tempat, BBM jenis Pertalite dijual secara eceran menggunakan botol air mineral ukuran 1,5 liter dengan harga mencapai Rp30.000 per botol. Harga ini jauh di atas harga normal yang berkisar Rp10.000 per liter.
Beredarnya isu konflik internasional yang melibatkan Amerika Serikat, Israel dan Iran juga turut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap pasokan energi. Kekhawatiran tersebut kemudian mendorong sebagian warga melakukan pembelian berlebih.
Menanggapi situasi itu, Bupati Nunukan Irwan Sabri menjelaskan bahwa kondisi yang terjadi bukan disebabkan oleh kekosongan stok, melainkan keterlambatan distribusi dari Pertamina di Tarakan.
Menurutnya, proses pengiriman BBM menuju Nunukan memang membutuhkan waktu lebih lama karena menggunakan kapal berukuran terbatas sehingga proses pemuatan harus dilakukan secara bergantian.
“Koordinasi kami dengan Pertamina Tarakan menyebutkan terjadi keterlambatan karena proses pemuatan BBM. Kapal yang digunakan tidak terlalu besar sehingga pengisiannya dilakukan secara bergantian,” ujar Irwan melalui pesan tertulis, Senin (9/3/2026).
Ia memastikan pasokan BBM untuk Nunukan sebenarnya tetap tersedia dan distribusinya dilakukan secara berkala sesuai dengan jadwal suplai yang telah direncanakan.
Bahkan, pemerintah daerah memastikan kebutuhan BBM menjelang Hari Raya Idulfitri juga telah diperhitungkan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang, jangan panik dan tidak perlu melakukan pembelian berlebihan. Stok BBM Insyaallah mencukupi dan tidak ada kendala sampai Lebaran,” katanya.
Berdasarkan informasi terakhir dari hasil koordinasi Bagian Perekonomian Setkab Nunukan dengan Pertamina Tarakan, pengiriman BBM menuju wilayah tersebut sudah berjalan. Proses perjalanan kapal pengangkut diperkirakan memakan waktu sekitar 24 jam.
Sebagian pasokan bahkan dilaporkan sejak malam sebelumnya sudah berada di wilayah Pulau Sebatik dan melanjutkan perjalanan menuju Nunukan.
“Insyaallah jika tidak ada kendala, pasokan BBM sudah mulai masuk ke Nunukan hari ini,” tutup Irwan.
Penulis: Riko Aditya






