NUNUKAN – Sebuah rumah kayu yang juga difungsikan sebagai kios di Jalan Ujang Dewa RT 002, Sedadap, mengalami kebakaran pada Rabu (18/2/2026) malam, sekitar pukul 21.00 WITA.
Peristiwa ini diduga dipicu aktivitas memasak yang dilakukan seorang anak setelah pulang salat tarawih.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Nunukan, Wahyudi Kawaritin, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, orang tua sedang keluar berbelanja, sementara anak berada di rumah dan memasak untuk adiknya.
“Anak tersebut memasak setelah pulang tarawih untuk makan bersama adiknya, sedangkan orang tuanya sedang keluar. Saat itulah api diduga mulai muncul dari aktivitas memasak,” jelasnya dalamlaporan resmi.
Menurutnya, material bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dalam waktu singkat.
“Dinding rumah berbahan triplek, sehingga api sangat cepat merambat. Dalam kondisi seperti itu, api mudah sekali membesar jika tidak segera ditangani,” katanya.
Melihat kobaran api mulai membesar, anak tersebut panik dan langsung meminta bantuan warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan segera berdatangan dan berupaya memadamkan api secara manual.
“Warga bergerak cepat membantu memadamkan api menggunakan ember berisi air. Respons cepat masyarakat ini sangat membantu sehingga api tidak meluas ke bangunan lain,” ungkapnya.
Tim pemadam yang menerima laporan kemudian meluncur ke lokasi dengan mengerahkan beberapa unit armada. Saat tiba di tempat kejadian, api sudah berhasil dipadamkan warga.
“Personel kami tetap melakukan pengecekan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa agar kebakaran tidak kembali menyala,” tambahnya.
Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah/kios berukuran sekitar 3 x 4 meter milik Chaerul Bahri. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini, dengan kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp2 juta.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat memasak, terutama di rumah dengan material yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau agar aktivitas memasak selalu diawasi, apalagi jika melibatkan anak-anak. Pastikan juga kondisi dapur aman sebelum ditinggalkan, karena kebakaran rumah paling sering berawal dari kelalaian kecil,” tegasnya.
Penulis: Riko Aditya






