LPADKT-Kaltim gelar Domino Sebagai Ruang Kebersamaan Warga Perbatasan

NUNUKAN – Suasana kebersamaan terasa hangat di wilayah perbatasan ketika Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur–Kalimantan Utara (LPADKT-KU) menggelar turnamen domino terbuka untuk masyarakat di Nunukan. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang permainan, tetapi dirancang sebagai ruang temu lintas suku, agama, dan latar belakang.

Ketua DPC LPADKT-KU Nunukan, Ryan Antoni, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sengaja dikemas sebagai sarana memperkuat hubungan sosial masyarakat yang hidup di kawasan perbatasan negara.
Menurutnya, siapa pun boleh ikut serta tanpa melihat asal-usul, karena tujuan utama kegiatan adalah merawat persaudaraan di tengah keberagaman.

“Ini bukan hanya lomba, tapi cara kami mempertemukan masyarakat agar semakin akrab dan merasa satu sebagai anak bangsa,” ujarnya.

Kegiatan itu turut mendapat dukungan dari unsur legislatif daerah, termasuk DPRD Nunukan, yang diharapkan dapat mempererat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam menjaga harmoni sosial.

Pembukaan acara juga dihadiri Bupati Nunukan, Irwan Sabri. Kehadirannya memberi semangat tersendiri bagi peserta, meskipun ia tidak ikut bermain. Selain menyapa warga, bupati bersama beberapa anggota dewan turut menambah kemeriahan dengan menyediakan hadiah spontan melalui kuis seputar pemerintahan daerah.

Menariknya, antusiasme peserta tidak hanya terlihat di meja permainan. Banyak warga mampu menjawab pertanyaan yang diajukan panitia, bahkan meminta agar jumlah kuis ditambah agar lebih banyak yang mendapat hadiah.

Panitia juga menyiapkan jamuan makan gratis bergaya prasmanan lengkap dengan aneka hidangan, kopi, dan kudapan untuk seluruh peserta. Sajian tersebut dimaknai sebagai ungkapan syukur sekaligus bentuk penghargaan kepada masyarakat yang selama ini mendukung kegiatan organisasi adat tersebut.

Melalui kegiatan sederhana seperti permainan domino, LPADKT-KU berharap nilai kebersamaan, gotong royong, dan kerukunan tetap terjaga di wilayah perbatasan yang menjadi beranda terdepan Indonesia.

Penulis: Riko Aditya