NUNUKAN – Seorang perempuan lanjut usia berinisial R (68) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi sudah membusuk di rumahnya di Jalan Pattimura RT 001, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (15/10/2026) sore.
Jenazah diketahui telah berada di rumah tersebut sekitar satu minggu sebelum ditemukan.
Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Idris, mengatakan penemuan itu bermula sekitar pukul 17.30 WITA, saat seorang anggota kepolisian Nanang yang menyapa anak korban, Rahman (50), yang melintas di Jembatan Pasar Pagi, depan Gerbang Agape. Nanang menanyakan keberadaan ibu Rahman yang sudah lama tidak terlihat.
“Anak korban menjawab bahwa ibunya sudah meninggal dunia,” ujar Ipda Idris.
Nanang kemudian mengecek rumah korban yang tidak jauh dari lokasi. Ia mendapati korban sudah meninggal dengan kondisi mengeluarkan aroma tidak sedap. Nanang langsung menghubungi Wakapolsek Nunukan melalui telepon untuk melaporkan temuan tersebut.
Polisi dan warga pun berdatangan ke rumah korban. Nanang lalu meminta Rahman dan saksi melapor ke Mako Polres Nunukan.
Saksi lain, Triyanto, mengaku mendapat informasi sekitar pukul 17.40 WITA bahwa ada kabar kematian di keluarga tersebut. Ia sempat mengecek rumah korban dan menanyakan keberadaan ibu Rahman. Rahman pun menjawab bahwa ibunya berada di dalam selimut.
Dari keterangan Rahman kepada penyidik, ia dan korban hanya tinggal berdua di rumah tersebut. Korban sehari-hari berjualan buah di depan Arema, Jembatan Pasar Pagi, sedangkan Rahman bekerja sebagai tukang urut keliling.
Rahman menyebut ibunya meninggal pada Kamis (8/10/2026). Sekitar pukul 16.00 WITA hari itu, ia melihat korban berbaring dan mengira masih tidur, lalu menyelimutinya dengan sarung. Menurut Rahman, ibunya diduga meninggal akibat komplikasi penyakit diabetes dan stroke.
Rahman mengaku tidak memberi tahu tetangga karena merasa tidak enak hati. Ia membiarkan jenazah di rumah dan membungkusnya dengan sarung dan selimut agar bau tidak tercium tetangga.
“Dari keterangan saksi, anak korban tidak memberi tahu tetangga karena rasa tidak enak. Jadi dugaannya jenazah dibungkus agar aromanya tidak tercium. Anak korban ini, ada sedikit kekurangan kejiawaan juga,” jelas Ipda Idris.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan jenazah ditemukan terbungkus tiga lapis kain, yakni selimut, sarung, dan daster. Jenazah terbaring di atas tempat tidur beralas kayu dan kondisinya sudah membusuk. Di sekitar korban polisi menemukan obat pereda nyeri.
“Dari pemeriksaan awal secara visual, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sakit,” kata Ipda Idris.
Dokter yang melakukan visum, dr. Herdin, menyampaikan keterangan awal bahwa tanda-tanda kekerasan tidak dapat ditentukan karena jenazah sudah mengalami pembusukan.
“Namun apabila nantinya ditemukan fakta baru, akan dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,” tegas Ipda Idris.
Jenazah dikebumikan pihak keluarga pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WITA di tempat pemakaman di Kampung Rambutan, Kelurahan Nunukan Timur.
Penulis: Riko Aditya.











