NUNUKAN – Kebakaran lahan seluas sekitar 7 hektar melanda kawasan perkebunan di Jalan Somel, RT 08, Desa Balansiku, Pulau Sebatik, Rabu (29/4/2026) sore. Api yang melahap lahan warga itu turut merambat ke areal perkebunan kelapa sawit di sekitarnya.
Laporan kebakaran diterima Pos Pemadam Sektor Sebatik dari ketua RT setempat. Petugas pun langsung bergerak ke lokasi bersama pegawai kecamatan, kantor desa, prajurit Marinir, dan personel kepolisian.
Komandan Peleton Damkar Sektor Sebatik, Mulyadi, menyebut ini bukan kali pertama api muncul di lokasi yang sama. Pekan lalu, kebakaran serupa terjadi di titik yang berdekatan.
“Titik api sebelumnya sempat terguyur hujan tapi kemungkinan belum padam sepenuhnya. Sehingga saat cuaca panas beberapa hari ini, titik api muncul kembali. Kobaran api awalnya membakar lahan warga di RT 07 dan menjalar ke kawasan RT 08,” ungkap Mulyadi.
Ia menduga kuat kebakaran ini disebabkan oleh ulah oknum yang sengaja membakar lahan. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, terlebih lokasi kebakaran tak jauh dari permukiman warga.
“Apalagi tahun ini musim kemarau diprediksi berlangsung lebih panjang dan kering, yang meningkatkan kerentanan lahan terhadap api. Mohon untuk masyarakat tak membuka lahan dengan membakar,” imbaunya.
Sepanjang April 2026, Disdamkar Nunukan tercatat telah menangani 8 kasus kebakaran dengan total luasan lahan mencapai puluhan hektar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku pembakaran lahan. Menurutnya, sosialisasi semata tidak cukup tanpa ada efek jera.
“Kalau tidak ada efek jera, itu terjadi terus. Jadi memang perlu penindakan hukum bagi pelaku pembakar lahan. Kita yang di lapangan setengah mati memadamkan. Ini kemarau, sumber air sulit diperoleh,” tegasnya.
Penulis: Riko Aditya












