Gotong Royong Warga Wa’yagung Tandu Pasien Sakit

Potret Nyata Krisis Akses Jalan di Krayan Timur

Kaltara, Nunukan132 Dilihat

NUNUKAN – Keterbatasan akses jalan menuju Desa Wa’yagung, Kecamatan Krayan Timur, kembali menjadi sorotan setelah video warga yang bahu-membahu menandu tetangganya yang sakit beredar luas. Peristiwa ini menggambarkan betapa beratnya perjuangan masyarakat setempat untuk mendapatkan pertolongan medis di tengah minimnya infrastruktur jalan.

Camat Krayan Timur, Marjuni, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, menandu pasien secara manual menjadi satu-satunya cara bagi warga Wa’yagung untuk membawa orang sakit keluar dari desa, mengingat kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa menjangkau wilayah tersebut.

“Jalan menuju Wa’yagung masih berupa jalan setapak. Kalau ada warga sakit, mereka harus ditandu karena kendaraan tidak bisa masuk,” ujar Marjuni, Senin (13/7).

Ia menyebut, insiden serupa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, seorang warga juga pernah harus ditandu dari area persawahan menuju rumahnya di Desa Wa’yagung lantaran jatuh sakit. Kejadian semacam ini, kata Marjuni, sudah berulang kali dialami masyarakat setempat akibat akses jalan yang belum tersentuh perbaikan.

“Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Di Krayan ini persoalannya akses jalan. Ini persoalan mendasar yang belum terselesaikan dan terus mengancam keselamatan masyarakat, terutama saat ada warga yang sakit,” katanya.

Ia menambahkan, jarak Desa Wa’yagung dari fasilitas kesehatan terdekat juga cukup jauh. Pasien harus melalui rangkaian rujukan panjang, mulai dari Pustu Long Umung, lalu ke Puskesmas Long Bawan, hingga akhirnya ke RS Pratama Krayan Barat apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Marjuni menjelaskan, hingga kini akses ke Desa Wa’yagung hanya bisa ditempuh menggunakan sepeda motor. Kebutuhan logistik warga sehari-hari pun sepenuhnya bergantung pada kendaraan roda dua tersebut. Kondisi diperparah dengan adanya titik-titik longsoran di sepanjang jalur menuju desa, yang membuat medan semakin sulit dilalui terutama saat musim hujan.

Pemerintah Kabupaten Nunukan sebenarnya sempat membangun sebuah jembatan melalui APBD 2025 dan melakukan sejumlah perbaikan jalan. Namun, pengerjaan tersebut belum sampai menjangkau Desa Wa’yagung.

Dibandingkan wilayah Krayan Selatan dan Krayan Tengah yang kerusakan jalannya juga tergolong parah, Krayan Timur setidaknya memiliki secercah harapan. Ruas jalan nasional di wilayah ini telah mendapat alokasi anggaran pemeliharaan tahun ini dan pengerjaannya tengah berjalan oleh pihak kontraktor.

Meski begitu, Marjuni menegaskan perbaikan tersebut belum menyentuh akses menuju Desa Wa’yagung, yang justru menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga setempat.

“Warga berharap akses jalan menuju Wa’yagung segera diperbaiki agar dapat berfungsi dengan baik. Persoalan utama di Krayan tetap sama, yaitu akses jalan. Selama itu belum tuntas, masyarakat akan terus kesulitan mendapatkan pelayanan dasar, termasuk layanan kesehatan,” pungkasnya.

Editor: Riko Aditya