Gendong Anak Tembus Banjir Demi MPLS, Potret Perjuangan Warga Sebatik Tengah

Kaltara, Nunukan137 Dilihat

NUNUKAN – Banjir yang merendam sejumlah ruas jalan di Kecamatan Sebatik Tengah, Senin (13/7), tak menyurutkan semangat orang tua mengantar anaknya mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Di ruas jalan belakang SDN 004 Bukit Harapan, sejumlah orang tua terpaksa menggendong buah hatinya menembus genangan setinggi paha orang dewasa agar tetap bisa hadir di sekolah.

Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, mengatakan banjir yang muncul sejak dini hari itu memang tidak berdampak pada bangunan sekolah, namun akses jalan yang tertutup air membuat banyak siswa kesulitan berangkat.

“Kalau kondisi gedung sekolah relatif aman. Namun, ada beberapa anak tidak masuk sekolah karena akses jalan menuju sekolah tertutup banjir,” ujarnya.

Ia mencontohkan pemantauannya di SDN 003 Bukit Harapan, di mana hingga pukul 09.00 WITA jumlah siswa yang hadir baru sekitar 15 anak. Menyikapi kondisi ini, pihak sekolah telah menyampaikan kebijakan dispensasi kepada orang tua melalui grup komunikasi masing-masing sekolah, termasuk toleransi keterlambatan akibat banjir.

Banjir kali ini melanda tiga desa sekaligus, yakni Desa Aji Kuning, Sungai Limau, dan Bukit Harapan, akibat hujan deras yang bertepatan dengan pasang air laut sehingga luapan sungai tidak mampu mengalir ke laut. Aris Nur menyebut Desa Aji Kuning sebagai wilayah terdampak paling parah karena letaknya di dataran rendah dan menjadi muara aliran air dari wilayah hulu.

“Curah hujan tinggi bersamaan air laut pasang membuat debit Sungai Aji Kuning meningkat. Saat puncaknya di subuh hari, ketinggian air di beberapa titik mencapai paha orang dewasa,” katanya.

Menurutnya, banjir serupa terakhir kali terjadi pada akhir 2019, sehingga kejadian ini tercatat sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah fasilitas desa dilaporkan terdampak lumpur, termasuk kantor desa dan bangunan Pamsimas, sementara beberapa barang elektronik warga turut terendam meski sempat diamankan ke tempat lebih tinggi.

Memasuki siang hari, banjir berangsur surut seiring turunnya debit sungai dan berakhirnya pasang air laut. Aris Nur tetap mengimbau warga waspada mengingat potensi hujan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi.

Editor: Riko Aditya