Cegah Narkoba Masuk Lapas, Brimob Polda Kaltara Gelar Razia Gabungan di Tarakan

Hukrim, Kaltara, Tarakan76 Dilihat

TARAKAN – Hasil razia gabungan yang digelar di Lapas Kelas IIA Tarakan pada Selasa (22/9/2026) tidak menemukan indikasi peredaran narkotika maupun barang terlarang lainnya di seluruh kamar dan blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Razia ini melibatkan personel Satuan Brimob Polda Kalimantan Utara, Polres Tarakan, jajaran Kodim 0907/Tarakan, serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara.

Kegiatan diawali dengan apel gabungan, dilanjutkan pemeriksaan badan dan pengarahan kepada WBP di masing-masing blok hunian, sebelum puluhan personel gabungan melakukan penggeledahan menyeluruh terhadap kamar-kamar hunian.

Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, yang memimpin langsung kegiatan tersebut menyampaikan bahwa razia ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Tarakan dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari narkoba.

“Kami ingin memastikan tidak ada celah sekecil apa pun bagi masuknya barang-barang terlarang ke dalam Lapas. Ini juga menjadi tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan agar seluruh UPT Pemasyarakatan meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini,” ujar Jupri lewat rilis resmi.

Ia menambahkan, langkah ini juga sejalan dengan 15 Program Akselerasi yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya dalam pemberantasan peredaran narkoba dan berbagai modus penipuan di Lapas maupun Rutan.

Sementara itu, Dansat Brimob Polda Kaltara, Kombes Pol. Sutrisno Hady Santoso, S.I.K., M.M., menegaskan bahwa keterlibatan personelnya dalam razia ini merupakan wujud sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan di lingkungan Lapas.

“Satbrimob Polda Kaltara siap mendukung upaya bersama Lapas, TNI-Polri, dan BNNP Kaltara dalam melakukan pencegahan serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara profesional, humanis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Sutrisno.

Usai penggeledahan kamar hunian rampung dilaksanakan, tidak ditemukan alat komunikasi berupa telepon genggam maupun indikasi adanya narkotika dan obat-obatan terlarang di dalam Lapas.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tes urine terhadap puluhan WBP dan petugas, yang dilakukan di bawah pengawasan Tim BNNP Kalimantan Utara. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan seluruh peserta tes dinyatakan negatif dari indikasi penyalahgunaan narkoba.

Sinergi antara Lapas, TNI-Polri, dan BNNP Kaltara dalam razia ini diharapkan dapat terus diperkuat sebagai langkah deteksi dini yang berkelanjutan, guna menjaga keamanan dan ketertiban serta mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran narkoba.

Editor: Riko Aditya