NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan seleksi Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Federasi Olahraga Domino Nasional Indonesia (ORADO) Kabupaten Nunukan sebagai langkah strategis mempersiapkan atlet daerah berlaga di tingkat provinsi hingga nasional.
Seleksi Kejurcab I ORADO Nunukan Tahun 2026 digelar di Gedung Paras Perbatasan Nunukan selama dua hari, 13–14 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti puluhan peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nunukan.
Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, S.E, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan ORADO di Kabupaten Nunukan serta pelaksanaan turnamen domino yang dinilai mampu menjadi wadah pembinaan atlet daerah.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Nunukan sangat mendukung kegiatan olahraga yang dapat melahirkan atlet berprestasi dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Nunukan sangat mensupport kegiatan ini. Para juara nantinya akan mewakili Nunukan pada lomba tingkat provinsi. Harapan kami, perwakilan Nunukan dapat meraih prestasi di Kalimantan Utara sehingga bisa melanjutkan ke Kejuaraan Nasional,” kata Irwan Sabri.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pecinta domino sekaligus memperkuat komunitas olahraga strategi di wilayah perbatasan.
Para pemenang turnamen mendapatkan penghargaan dan hadiah pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan dan prestasi yang diraih selama kompetisi berlangsung.
Ke depan, ORADO Nunukan berkomitmen terus menggelar berbagai turnamen serupa sebagai bagian dari program pencarian dan pembinaan atlet domino berbakat. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Sementara itu, Ketua ORADO Nunukan, Hj. Ladullah, S.H.I, mengatakan turnamen tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi untuk menjaring atlet domino berprestasi sekaligus memperkuat pembinaan olahraga strategi di daerah perbatasan.
Menurutnya, domino tidak sekadar permainan hiburan, tetapi telah berkembang menjadi olahraga yang membutuhkan kemampuan analisis, ketelitian, serta kerja sama tim yang baik.
“Melalui turnamen ini kami ingin menjaring pemain-pemain terbaik dari daerah yang memiliki kemampuan strategi dan konsentrasi tinggi. Mereka nantinya akan dibina untuk mengikuti kompetisi di tingkat provinsi Kalimantan Utara hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Turnamen yang diikuti sekitar 80 peserta tersebut berlangsung meriah dengan menjunjung tinggi sportivitas. Para peserta menunjukkan kemampuan strategi dan konsentrasi dalam setiap pertandingan yang berlangsung selama dua hari pelaksanaan.
Editor: Riko Aditya







