BPBD Nunukan Imbau Warga Terdampak Banjir Waspadai Hewan Buas

Nunukan21 Dilihat

NUNUKAN – Debit Sungai Sembakung kembali menunjukkan tren kenaikan akibat hujan deras yang mengguyur wilayah hulu serta kiriman air dari Malaysia.

Terakhir Jumat (27/2/2026) sore, ketinggian air tercatat mencapai 4,45 meter atau naik 3 sentimeter dari pantauan sebelumnya 4,42 meter. Kondisi tersebut berada jauh di atas batas normal 3 meter.

Kasubid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanudin, mengatakan laporan terkini diterima pada pukul 16.30 WITA dari Pos BPBD Kecamatan Sembakung.

“Untuk wilayah Sembakung, kondisi air masih terpantau naik di angka 4,45 meter. Ada kenaikan sekitar 3 sentimeter dari pantauan sebelumnya. Ini dipengaruhi curah hujan dan kiriman air dari wilayah hulu,” ujar Hasanudin saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, cuaca di wilayah Kecamatan Sembakung pada sore hari terpantau hujan ringan dengan suhu 26 derajat Celsius, kelembaban 92 persen, serta kecepatan angin 3 kilometer per jam dari arah barat daya.

Meski demikian, aktivitas masyarakat masih berjalan relatif lancar dengan tetap memperhatikan kondisi di lapangan.

Banjir yang melanda kawasan bantaran Sungai Sembakung ini disebut sebagai dampak akumulasi hujan dalam beberapa hari terakhir ditambah kiriman air dari perbatasan Malaysia. Petugas BPBD bersama aparat setempat terus melakukan pemantauan dan dokumentasi lapangan untuk memastikan perkembangan situasi.

“Kami terus siaga memantau kondisi debit air. Masyarakat diimbau tetap waspada karena potensi kenaikan masih bisa terjadi apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” tegasnya.

Selain mewaspadai kenaikan debit air, BPBD Nunukan juga mengingatkan warga agar berhati-hati terhadap potensi kemunculan hewan buas saat banjir.

Genangan air yang meluas berpotensi membuat satwa liar seperti buaya dan ular keluar dari habitatnya dan masuk ke area permukiman.

Pihaknya menegaskan, kewaspadaan dan kehati-hatian menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga di tengah situasi banjir yang masih berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat tidak berenang atau bermain di area banjir. Selalu perhatikan lingkungan sekitar. Jika melihat hewan berbahaya, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tambah Hasanudin.

Penulis: Riko Aditya