Andi Annisa Muthia Irwan Dorong UMKM Nunukan Naik Kelas Lewat Pelatihan Branding

NUNUKAN – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan, terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu langkah konkret yang digagas TP PKK Kabupaten Nunukan adalah Pelatihan Branding dan Packaging bagi Kelompok UP2K PKK dan Kelompok UMKM di Pulau Nunukan, yang berlangsung dua hari, Rabu-Kamis (23-24/9/2026), di Aula BKPSDM Kabupaten Nunukan.

Andi Annisa Muthia Irwan menegaskan, pelatihan ini murni inisiatif TP PKK Kabupaten Nunukan, lengkap dengan dukungan anggaran penuh dari organisasinya.

“Ini adalah kegiatan pelatihan branding dan packaging untuk kelompok UP2K dan UMKM Nunukan. Memang kegiatan ini adalah inisiasi dari kami, Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan, dan seluruh anggarannya itu ada di kami di Kabupaten Nunukan,” ujarnya, Rabu (23/9/2026).

Ketua TP PKK Nunukan ini menilai, pelaku UMKM di daerahnya sebenarnya sudah memiliki produk-produk potensial. Persoalannya terletak pada kemasan yang menurutnya masih perlu banyak pembenahan agar mampu bersaing dengan produk dari luar daerah.

“Harapan saya dengan adanya pelatihan ini UMKM yang ada di Kabupaten Nunukan, mereka punya produk itu bisa bersaing dengan daerah-daerah yang lain. Karena memang produk yang ada di Kabupaten Nunukan itu packaging-nya masih perlu dibenahi lagi,” katanya.

Ia mengibaratkan kemasan sebagai pintu pertama yang menentukan apakah konsumen tertarik membeli sebuah produk atau tidak, sebelum mereka sempat merasakan cita rasanya.

“Orang kadang tidak bisa merasa kalau tidak membeli. Jadi kita itu harus menarik dulu bagaimana supaya konsumen ini bisa tertarik untuk membeli. Ketika mereka sudah tertarik membeli, mereka baru bisa merasakan,” ungkap Andi Annisa.

Ia turut menyoroti perbandingan kemasan produk UMKM Nunukan dengan daerah lain yang sudah lebih informatif, mulai dari pencantuman logo halal hingga desain kemasan yang menutup rapat tampilan produk.

“Kalau kita di luar daerah, packaging mereka sudah ada logo halalnya, kemudian produknya juga dikemas sehingga makanannya tidak kelihatan langsung dari luar. Sedangkan kita di Kabupaten Nunukan, mungkin karena yang tersedia dan cepat didapat itu kemasan plastik yang langsung digunakan tanpa harus dicetak atau dibuatkan gambar,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi TP PKK Kabupaten Nunukan melalui Pokja II dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Nunukan serta Balai Diklat Provinsi (BDP), yang disepakati dalam audiensi lintas OPD di awal tahun. TP PKK menopang sebagian besar anggaran kegiatan, sementara BDP mendukung dari sisi narasumber.

Pelatihan ini menyasar peserta yang sebagian besar merupakan kelompok UP2K dan UMKM pemula, dengan produk yang masih dikemas seadanya dan belum memiliki identitas atau logo.

Selain materi kemasan yang lebih menarik dan ramah lingkungan, peserta juga dibekali cara membangun branding produk lewat media sosial, mengingat kondisi geografis Nunukan yang berpulau-pulau membuat pemasaran konvensional memiliki keterbatasan jangkauan.

Andi Annisa Muthia Irwan menegaskan, dukungan terhadap UMKM ini juga sejalan dengan salah satu poin dalam 17 Arah Baru Pemerintah Kabupaten Nunukan di bawah kepemimpinan Bupati H. Irwan Sabri, S.E. dan Wakil Bupati Hermanus, S.Sos., yang menekankan pemberian bantuan modal usaha tidak melulu berbentuk uang tunai.

“Di 17 Arah Perubahan Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati kita, di nomor 16 ada pemberian bantuan modal usaha bagi pelaku usaha. Jadi pemberian modal bukan hanya berupa uang, namun alat-alat juga, dan mungkin pembinaan, pelatihan seperti ini merupakan dorongan kami dan dukungan kami dalam mendukung pembinaan dan pemberian bantuan modal untuk UMKM tersebut,” jelasnya.

Melalui pelatihan branding dan packaging ini, Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan berharap produk-produk UMKM lokal semakin siap tampil di berbagai pameran maupun bazar, sekaligus mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

“Dengan adanya pelatihan ini saya harap mereka punya produk seperti yang ada di daerah-daerah lain. Sehingga kalau ada pameran atau ada bazar, kita bisa ikutkan dan bisa ikut bersaing. Jadi para konsumen lebih tertarik untuk membeli,” pungkasnya. (adv)

Editor: Riko Aditya

News Feed