NUNUKAN – Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok tetap aman dan harga terkendali di Kabupaten Nunukan. Langkah ini dilakukan guna mencegah potensi kelangkaan serta kenaikan harga yang dapat membebani masyarakat.
Pengecekan tersebut dilakukan Satuan Reserse Kriminal Polres Nunukan melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), dengan melibatkan Dinas Perdagangan serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Senin (9/1/2026). Tim gabungan menyasar sejumlah titik distribusi dan penjualan sembako, mulai dari pasar tradisional hingga distributor beras.
Beberapa lokasi yang didatangi petugas di antaranya Toko Amanah di kawasan Pasar Inhutani, Distributor Beras CV Kemakmuran di Jalan Tanjung, serta Toko Mitra Jaya di Jalan Teuku Umar, Nunukan Tengah. Di lokasi tersebut, petugas mengecek langsung stok beras, minyak goreng, gula pasir, dan komoditas pokok lainnya.
Selain ketersediaan barang, tim juga memantau pola distribusi dari distributor ke pedagang eceran untuk memastikan tidak ada hambatan penyaluran maupun indikasi penimbunan.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Nunukan, Ipda Bilal Brata, S.Tr.K., mengatakan hasil pemantauan menunjukkan kondisi pasokan sembako masih relatif stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, stok bahan pokok di Nunukan dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar. Jalur masuk logistik melalui kapal juga tidak mengalami kendala,” ujar Ipda Bilal.
Ia menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya pencegahan terhadap praktik penimbunan dan permainan harga yang merugikan konsumen.
“Kami tidak segan mengambil langkah hukum apabila ditemukan pelanggaran sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, petugas turut mengingatkan para pedagang agar menjual barang sesuai ketentuan harga dan tidak melakukan penimbunan. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Melalui pengawasan terpadu ini, Polres Nunukan bersama instansi terkait berharap stabilitas pangan dan harga sembako di wilayah perbatasan tetap terjaga, sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat.
Penulis: Riko Aditya











