317 Rumah di Nunukan Terendam Banjir, BPBD Terjunkan Tim Kaji Cepat

Kaltara, Nunukan50 Dilihat

NUNUKAN – Sedikitnya ada 317 unit rumah warga di beberapa kelurahan dan desa Kabupaten Nunukan terendam banjir menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari, Senin (3/8/2026).

Banjir merendam kawasan permukiman di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan setelah hujan lebat turun tanpa henti antara pukul 03.50 hingga 06.22 WITA.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, H. Asmar, menyebut fenomena ini sebenarnya sudah diprediksi BMKG yang sebelumnya mengeluarkan peringatan potensi hujan intensitas sedang di wilayah Pulau Nunukan pada hari yang sama. Namun realisasi di lapangan menunjukkan intensitas hujan jauh lebih tinggi dari prakiraan, hingga menyebabkan genangan setinggi 0,6 hingga 1 meter di badan jalan.

“Berdasarkan hasil kaji cepat, tinggi muka air banjir berkisar antara 0,6 hingga 1 meter dari badan jalan,” ujar Asmar, Senin (3/8/2026).

Merespons kondisi tersebut, BPBD Nunukan segera menerjunkan Tim Kaji Cepat ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan asesmen kerusakan sekaligus membantu evakuasi warga.

Berdasarkan pendataan sementara, wilayah yang terdampak paling parah meliputi Desa Persiapan Sei Fatimah, Desa Binusan, serta Kelurahan Nunukan Selatan, Nunukan Timur, Nunukan Barat, dan Nunukan Tengah.

Dari total 317 rumah terdampak, kawasan Pasar Baru menjadi titik dengan genangan tertinggi mencapai 1,2 meter dan mempengaruhi sekitar 200 rumah. Sementara di Sei Fatimah, genangan setinggi 0,8 meter merendam sekitar 80 rumah, dan di Jalan Lumba-Lumba, 37 rumah terendam air setinggi 0,5 meter. Banjir turut merusak ringan satu pagar rumah warga.

Selain permukiman, infrastruktur jalan juga tak luput dari dampak banjir. Jembatan di Jalan Fatahillah mengalami kerusakan sedang, sedangkan jembatan di Jalan Lumba-Lumba mengalami kerusakan ringan. Menurut Asmar, perbaikan infrastruktur menjadi salah satu prioritas penanganan agar mobilitas warga tidak terganggu lebih lama.

Di sektor pertanian, banjir turut merendam sekitar 60 hektare sawah yang baru saja ditanami petani, dengan rincian 25 hektare di Sei Apuk, 15 hektare di Binusan, dan 20 hektare di Sei Fatimah.

Asmar pun mengingatkan kerusakan ini berpotensi mengganggu hasil produksi apabila penanganan tidak segera dilakukan.

Saat ini, tim gabungan di lapangan fokus melakukan penyedotan air yang masih menggenangi rumah warga, membersihkan sisa lumpur dan material terbawa banjir, membantu evakuasi barang-barang warga ke tempat aman, serta melanjutkan pendataan aset dan korban terdampak.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rendah, untuk tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari mendatang,” beber Asmar.

Editor: Riko Aditya